Foto ilustrasi utama merupakan kegiatan upacara sebelum status pandemi Covid-19.
KLATEN – Memperingati Hari Pendidikan Nasional tak lengkap tanpa mengenang jasa Raden Mas Soewardi Soerjaningrat atau yang biasa dikenal dengan Ki Hajar Dewantara. Pahlawan Nasional kelahiran Yogyakarta, 2 Mei 1889 ini telah memperjuangkan pendidikan bagi bangsanya sejak masa penjajahan Belanda sebagai aktivis pergerakan nasional hingga menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pertama Republik Indonesia. Semangat dan petuah-petuahnya akan selalu terkenang sebagai warisan abadi bangsa ini. Beliau pun mendapat gelar Bapak Pendidikan Nasional dan tanggal lahirnya diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional.

Kini, berpuluh tahun kemudian, bangsa ini kembali menghadapi ujian. Covid-19 telah membawa banyak perubahan belakangan ini. Kepedulian terhadap sesama dan rasa kemanusiaan kita tengah diuji. Warisan Ki Hajar tentang keteladanan yang baik, semangat kesetiakawanan sosial serta dorongan dan dukungan moral terhadap sesama akan membantu kita melewati masa pandemi ini. Covid-19 telah banyak membawa pelajaran bagi kita semua tentang hal-hal yang mungkin kita lupakan, khususnya terhadap saudara kita yang kurang beruntung dan bagaimana kita bersikap mencegah ini semua menjadi lebih buruk.
Pada peringatan Hardiknas tahun ini, MAN 3 Klaten tidak mengadakan upacara seperti tahun-tahun sebelumnya. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pun hanya menggelar upacara secara terpusat dan terbatas di Jakarta dengan memperhatikan standar protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Akhirnya, selamat memperingati Hari Pendidikan Nasional, 2 Mei 2020. Teruslah menjadi bangsa pembelajar, Indonesia.
Ilustrasi foto Ki Hajar didapat dari metamorfosa.co.






0 Comments